Memilih yang Tiada

Sabtu, 19 Januari 2013

Semalam ini, selepas shalat isya yang terlambat karena  tertidur, aku hanya berdiam di kamar. Bingung memilih. Akan melanjutkan menuliskah, membaca, mengerjakan soal UKDI, atau menonton X-factor (:p).
Selama beberapa menit hanya termenung, melihat cermin, mengingat potongan-potongan kejadian, mempertimbangkan pilihan-pilihan tadi, menatap cermin lagi,  kembali mengingat banyak hal yang sayangnya, masih hal-hal menyedihkan tentang itu lagi.
Lalu aku akhirnya memutuskan, berjalan ke seberang kamar, bilang pada seseorang  yang selalu aku minta menemaniku tidur saat aku pulang ke rumah
 "Ibu, ayo kita tidur"  

Kau tahu, diantara begitu banyak pilihan dalam hidup, yang terlalu kita takutkan resikonya, kita pertimbangkan benar-benar akibatnya, pada akhirnya kadang kita justru tidak memilih apa-apa, atau memilih apa-apa yang tidak pernah ada diantara pilihan-pilihan itu. Dan itu jugalah memilih.
Mungkin ingin mencoba peruntungan dari hal-hal yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Hal-hal yang tidak kita pikirkan resiko dan akibatnya terlalu lama seperti pilihan-pilihan sebelumnya. Karena kita sudah terlalu lelah menimbang.

-Bahkan setelah memilih untuk tidur, dan ibuku juga sudah tidur sedari tadi, aku masih berkutat di depan laptop, membuka tumblr dan blog, lalu menulis ini. :p-

Selamat rehat :)

Ruang renung, 19-1-2013

5-10-12

Sabtu, 06 Oktober 2012


Banyak, yang nggak ngerti...
lalu terluka, dan saling menyalahkan

Karena itu, 
aku takut bicara tentang hati

Maka aku tuliskan saja,
dan mungkin aku kirimkan ke.....

Entah kemana :)

#Kugy-Perahu Kertas

Valuable

Sabtu, 02 Juni 2012


Kie,
kalo kamu ngerasa sedih, takut, kecewa dengan dirimu sendiri, atau tidak berarti…
Selalu ingat, bahwa setidaknya ada orang-orang yang bahagia
hanya karena kamu ada...
****
Kalo kamu terlalu sedih untuk memikirkan orang-orang itu,
cobalah untuk mengingat,
setidaknya ada 1 orang yang menganggap kamu berharga
hanya karena kamu ada…
****
Karena itulah kebenarannya,
apa adanya kamu, kamu berharga :)

11/11/11, 11.32 p.m
-sms seorang teman-

Untold Story

Senin, 21 Mei 2012


Dan diantara pesan-pesan itu,
Mungkin ada yang tak perlu tersampaikan
Tak terucapkan
Tak terceritakan

Mungkin, 
ada yang  -mau tidak mau, sengaja atau terpaksa- 
harus kita sisakan,
hanya untuk kita sendiri

Biar hati, 
goresan pena pada kertas,
gumaman di tengah lelap tidur,
bisikan di tengah khusyu’ do’a,
yang pernah mendengar semuanya...

-Ruang Renung 19/5/2012-

Takdir Tahu Jalan Pulangnya

Jumat, 18 Mei 2012
--> 

Apa yang sebenarnya kau risaukan? :)

Takdir, punya jalannya sendiri untuk sampai pada orang yang dia tuju...

Secerdas apapun skenario dan tipu daya yang kau rancang, 
untuk mendapatkan atau memusnahkannya,
Sejauh apapun dirimu menghindar, 
sehiba apapun dirimu memohon-mohon penuh harap...

Jika takdir itu memang harus mengenaimu, 
ia akan berbelok menghindar pagar pengaman yang telah kau jadikan penghalang untuknya.
Bagai air yang meliuk lincah mencari celah kecil tak terlihat untuk lewat

Jika takdir itu memang tak pernah untukmu, 
ia akan enyah jauh-jauh sejak radius puluhan kilometer saat baumu tercium

Apa yang kau takutkan? :)
Takdir tahu kepada siapa harus menuju
Ia tak pernah salah orang, salah tempat, salah saat
Ia tak perlu dituntun,
Karena takdir tahu, jalan pulangnya :)

Ruang Renung, 18/5/2012
 **********
-->
Abdullah bin Abbas ra berkata : Saya pernah berada di belakang Nabi saw pada suatu
hari, beliau bersabda :
Wahai anak, saya hendak mengajarimu beberapa kalimat:
“Jagalah Allah niscaya engkau mendapati Nya di hadapanmu,
 ingatlah Allah di saat lapang niscaya Dia mengingatmu di saat sulit. 
Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan mengenaimu, dan apa yang mengenaimu tidak akan luput darimu. 
Ketahuilah bahwa bersama kesabaran ada kemenangan, bersama kesusahan ada jalan keluar, dan bersama kesulitan ada kemudahan “
(H.R. Tirmidzi)

 

Unseeable

Kamis, 17 Mei 2012

Mereka yang tampak tegar,
jarang membuang air mata,
ingin terlihat “kuat”, 
berusaha untuk selalu logis-realistis...

Tahukah?
Mungkin di sudut hati mereka...
Ada sebuah bagian rapuh,
 yang dapat hancur sekali libas!

Behind every sweet smile, there is a bitter sadness that no one can ever see... :)


Ruang renung, 5/5/2012

Biasa Yang Luar Biasa

Minggu, 29 April 2012

Mungkin kita memang harus belajar menghargai yang biasa...
Mata yang biasa melihat, gigi yang biasa mengunyah, udara yang biasa terhirup, air yang biasa menyegarkan, tangan-kaki yang biasa menjalankan masing-masing fungsinya, sahabat yang biasa selalu ada, istri yang biasa melayani, suami yang biasa melindungi dan dijadikan tumpuan, atau bahkan orang tua kita yang biasa memberikan kasih sayang dan perhatiannya...

Bukan karena itu semua adalah hal-hal yang biasa2 saja, tapi saking terbiasanya kita mendapat dan menikmatinya, rasanya yang kemudian menjadi biasa-biasa saja.
(Gak heran kalo rumput tetangga kelihatan lebih hijau, soalnya ga biasa kita lihat sih.. :p)

Padahal sebenarnya, ketika hal-hal tadi  hilang dari  kita, baru akan terasa,
betapa luar biasanya nikmat-nikmat Allah yang sering kita anggap remeh itu...
Termasuk, orang tua, mungkin?

Semoga kita tidak termasuk orang yang disebut Rasulullah saw.  rugi 3x lipat, diberi kesempatan emas membersamai orang tua kita hingga hari tuanya, namun karena kurangnya bakti kita, atau kedurhakaan yang terlampau sering kita lakukan, membuat kita tidak bisa masuk surga... *


- Ruang Renung, 29/4/12-


*Hadits Riwayat Muslim:
 Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:
"Sungguh sangat merugi!" (Beliau mengucap­kannya sampai tiga kali). Para sahabat bertanya, "Siapakah yang merugi itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Yaitu orang yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya ketika tua, akan tetapi tidaklah menjadikan ia masuk surga.
 (HR.Muslim)